Apa itu Backup as a Service?

Backup as a Service (BaaS) adalah metode pencadangan data yang dilakukan dengan membeli layanan backup dan pemulihan dari penyedia pencadangan data online.

Alih-alih melakukan pencadangan melalui departemen TI internal yang terpusat di lokasi, BaaS menghubungkan sistem ke cloud privat, cloud publik, atau cloud hybrid yang dikelola oleh penyedia eksternal. Dengan cara ini, administrator penyimpanan data tidak perlu khawatir tentang pengelolaan dan rotasi kaset atau hard disk di lokasi luar. Semua perawatan dan pengelolaan diserahkan kepada penyedia.

BaaS dapat digunakan ketika suatu organisasi tidak lagi mampu menggunakan sistem penyimpanan lama dan memerlukan peningkatan yang mahal, atau jika organisasi tersebut tidak memiliki sumber daya untuk mencadangkan data di tempat dengan tingkat keamanan tinggi. Mengalihdayakan pencadangan dan pemulihan ke penyedia juga memastikan data tetap dapat diakses atau dipulihkan dari lokasi jauh jika terjadi gangguan atau kegagalan.

Tantangan yang Mungkin Dihadapi

Meskipun BaaS memiliki banyak keuntungan, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Beberapa kekhawatiran umum terkait backup as a service meliputi:

Walaupun cloud dikenal sebagai opsi yang terjangkau, biaya dapat berubah seiring meningkatnya jumlah data, sehingga penghematan tidak selalu terjamin.

Fitur yang Harus Diperhatikan

Ketika memilih penyedia Backup as a Service, organisasi perlu mempertimbangkan banyak fitur dan kemampuan. Opsi BaaS yang ideal mungkin mencakup kemampuan berikut:

Tim pencadangan juga perlu melihat bagaimana produk backup as a service memanfaatkan sumber daya, yang dapat menentukan apakah vendor tertentu cocok atau tidak.

Beberapa penyedia layanan backup as a service meliputi Acronis, BackBlaze, Carbonite, Druva, IDrive, dan Vembu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *