Apa itu pembayaran biometrik?

Pembayaran biometrik adalah teknologi di tempat penjualan (POS) yang menggunakan autentikasi biometrik berdasarkan karakteristik fisik untuk mengidentifikasi pengguna dan mengotorisasi pengurangan dana dari rekening bank. Metode pembayaran biometrik yang paling umum adalah pembayaran menggunakan sidik jari, yang dilakukan dengan pemindaian jari.

Sering kali, sistem ini menggunakan autentikasi dua faktor, di mana pemindaian sidik jari menggantikan gesekan kartu, sementara pengguna tetap memasukkan PIN seperti biasa.

Beberapa metode autentikasi biometrik tambahan meliputi:

  • pengenalan iris mata,
  • pengenalan retina,
  • pengenalan wajah,
  • pencocokan DNA,
  • pengenalan tanda tangan,
  • pengenalan suara,
  • pola vena.

Bagaimana cara kerja pembayaran biometrik?

Berikut adalah contoh cara kerja sistem pembayaran sidik jari:

  1. Pelanggan mendaftar program kartu pembayaran biometrik di kios toko dengan menunjukkan identitas resmi dan informasi rekening bank.
  2. Pelanggan memindai jari telunjuknya menggunakan pemindai sidik jari di kios tersebut.
  3. Pemindai sidik jari di toko mengenkripsi data sidik jari dan menyimpan data biometrik pelanggan serta informasi bank di database terpusat.
  4. Setelah itu, pelanggan dapat memilih pembayaran biometrik di kasir. Mereka cukup memindai jari di pemindai toko dan memasukkan PIN.
  5. Data dari pemindaian baru dibandingkan dengan data terenkripsi di database. Jika cocok, pembayaran disetujui dan dana ditransfer dari rekening pelanggan ke merchant.

Meski pengenalan sidik jari adalah metode yang paling umum, teknologi pengenalan wajah kini juga semakin populer.

Selain itu, banyak konsumen memilih membayar langsung dari dompet digital yang tersimpan di perangkat mobile mereka.

Misalnya, iPhone generasi terbaru dilengkapi dengan Apple Pay, yang memungkinkan pembayaran menggunakan pengenalan wajah atau PIN di model terbaru, serta pengenalan sidik jari atau PIN di model lama.

Di mana pembayaran biometrik digunakan?

Di Amerika Serikat, biometrik semakin populer di toko bahan makanan, SPBU, toko serba ada, dan sebagai metode pembayaran online sekali klik, seperti di Amazon.

Pada Maret 2006, perusahaan biometrik Pay By Touch, yang kini sudah tidak beroperasi, melaporkan bahwa lebih dari 2 juta pelanggan telah menggunakan layanan biometriknya dan telah memproses transaksi senilai sekitar $8 miliar.

Adopsi pembayaran biometrik terus berkembang, terutama setelah pandemi COVID-19, ketika jaga jarak sosial menjadi perhatian global. Pada tahun 2021, lebih dari 70% konsumen menganggap pembayaran biometrik lebih mudah, menurut data dari Visa.

Sebagai hasilnya, misalnya, Kenneth Research memprediksi pasar pembayaran biometrik global akan tumbuh 36 kali lipat — dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 49% — dari 2018 hingga mencapai $15,59 triliun pada 2027. Selain itu, segmen pembayaran mobile diperkirakan tumbuh 52,7% selama periode yang sama.

Mengapa pembayaran biometrik disukai mayoritas pemegang kartu?

Pembayaran biometrik memiliki beberapa keuntungan dan tantangan.

Keuntungan pembayaran biometrik

Keuntungan yang sering disebutkan meliputi:

  • peningkatan keamanan bagi pengguna;
  • pengalaman pembayaran yang lebih cepat dan nyaman;
  • tidak perlu membawa uang tunai, cek, atau kartu kredit; dan
  • biaya transaksi yang lebih rendah untuk merchant dibandingkan kartu kredit atau debit.

Kekurangan pembayaran biometrik

Pembayaran biometrik cukup kontroversial. Secara tradisional, pemindai sidik jari sering dikaitkan dengan penegakan hukum. Beberapa kritik khawatir bahwa sensor sidik jari bisa diakses oleh lembaga pemerintah atau penegak hukum.

Namun, penyedia layanan pembayaran biometrik menegaskan bahwa mereka tidak menyimpan sidik jari asli pelanggan di database mereka. Mereka hanya menyimpan data terenkripsi yang dihasilkan dari pengukuran titik ke titik pada sidik jari.

Data ini yang digunakan untuk memverifikasi identitas pelanggan, bukan sidik jari sebenarnya. Akhirnya, keamanan sistem pembayaran biometrik sangat bergantung pada keamanan database dan transaksi yang terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *