Apa itu cloud archive (Arsip Cloud)?
Cloud archive (Arsip Cloud) adalah layanan penyimpanan berbasis cloud yang digunakan untuk menyimpan data jangka panjang. Data yang diarsipkan biasanya jarang diakses dan sistem ini dioptimalkan agar sesuai dengan standar keamanan serta regulasi data yang berlaku.
Arsip data merupakan salah satu kasus penggunaan paling awal dan populer dari cloud storage. Beberapa alasannya adalah:
- Menyimpan data arsip di cloud bisa jauh lebih hemat biaya dibandingkan menyimpan data tidak penting dalam jumlah besar secara lokal.
- Dengan menggunakan cloud, organisasi tidak perlu membeli atau upgrade perangkat keras seperti disk atau tape, maupun software untuk manajemen arsip data.
- Data yang diarsipkan jarang sekali perlu diambil kembali dari cloud, karena proses pemulihannya bisa memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Layanan cloud archiving
Cloud archiving umumnya dilakukan sepenuhnya di public cloud, tapi bisa juga dalam bentuk hybrid, di mana data yang butuh akses cepat disimpan di lokasi lokal, sementara data dingin (cold data) yang jarang dipakai dipindahkan ke cloud.
Public cloud tidak memerlukan hardware atau software khusus di lokasi. Organisasi bisa mengurangi footprint data center dan menekan konsumsi daya serta biaya pendingin dengan menyimpan data di cloud. Beberapa fitur dari public cloud archive antara lain: elastisitas, abstraksi, durabilitas, dan efisiensi biaya.
Layanan cloud archive populer untuk penyimpanan cold data — seperti Amazon S3 Glacier, Microsoft Azure Blob Storage, dan Google Cloud Archive Storage — menawarkan harga sangat murah, bahkan bisa kurang dari satu sen per gigabyte. Namun, layanan yang sangat murah ini biasanya butuh waktu lama untuk mengakses data kembali, dan ada kemungkinan dikenakan biaya tambahan untuk transfer data keluar dari cloud.
Vendor layanan cloud archiving
Untuk memindahkan data ke cloud dalam format yang sesuai, biasanya digunakan cloud gateway. Beberapa vendor yang menyediakan solusi ini adalah AWS, Ctera, Microsoft, Nasuni, NetApp, dan Panzura.
Saat memulihkan data, cloud juga harus kompatibel dengan aplikasi yang digunakan untuk membuat data tersebut. Waktu pemulihan bisa bervariasi. Misalnya, Glacier bisa memakan waktu lebih dari tiga jam, sementara Google Archive Storage bisa merespons dalam hitungan detik.
Ada juga vendor cloud archive khusus enterprise yang biasanya fokus ke industri tertentu. Contohnya, Proofpoint menawarkan layanan arsip untuk industri finansial — meliputi email, dokumen, pesan instan, media sosial, dan bentuk komunikasi elektronik lainnya. Mimecast mengarsipkan email dan file untuk industri seperti kesehatan, hukum, dan manufaktur.
Dalam memilih penyedia cloud archive, organisasi perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
- kualitas service-level agreement (SLA) untuk pemulihan data,
- tools apa saja yang disediakan untuk menemukan data saat dibutuhkan,
- apakah tersedia portal self-service,
- apakah layanan tersebut memenuhi seluruh persyaratan kepatuhan, dan
- apakah aplikasi penyimpan data tersebut didukung oleh cloud-nya.
Keamanan cloud archive
Seperti produk atau aplikasi arsip lainnya, layanan cloud archive juga wajib memberikan penyimpanan yang aman dan dioptimalkan untuk retensi data jangka panjang sesuai dengan regulasi data.
Untuk keamanan saat data bergerak (in flight), proses transfer ke/dari cloud dilakukan melalui protokol HTTPS yang aman. Kebanyakan penyedia layanan juga menawarkan enkripsi untuk data yang tersimpan di cloud. Pengguna juga bisa menambahkan encryption key sendiri atau mengenkripsi data terlebih dahulu sebelum dikirim ke cloud, sebagai lapisan keamanan tambahan.
Arsip yang disimpan di cloud harus mudah dicari, terlindungi dari perubahan atau penghapusan yang tidak sah, dan memungkinkan akses cepat terhadap data tertentu — misalnya saat dibutuhkan untuk audit kepatuhan atau proses e-discovery.
Cloud vs. tape
Cloud merupakan alternatif dari sistem tape di lokasi, yang sering digunakan untuk penyimpanan jangka panjang. Supaya bisa menggantikan tape, cloud archive harus mampu menyaingi keunggulan tape dari segi biaya rendah, umur panjang, skalabilitas, dan keamanan.
Tape punya keunggulan dalam hal portabilitas — bisa dipindahkan ke lokasi lain tanpa perlu ditulis ulang. Sedangkan cloud unggul dalam hal redundansi geografis (untuk mencegah kehilangan data karena kerusakan hardware), kemampuan pencarian yang lebih canggih, serta bebas dari biaya refresh teknologi.
Perbedaan cloud archive dan cloud backup
Cloud archive tidak boleh disamakan dengan cloud backup. Seperti halnya perbedaan antara arsip dan backup secara lokal, di cloud pun keduanya punya fungsi berbeda.
Backup dilakukan dengan menyalin data secara berkala, terutama data yang berubah. Sementara itu, cloud archiving memindahkan data satu kali ke cloud, dan data tersebut tidak diubah lagi. Tujuan utama arsip biasanya adalah untuk mengosongkan ruang penyimpanan agar bisa digunakan oleh data yang lebih sering diakses.