Monetisasi Data: Pengertian dan Manfaatnya
Monetisasi data adalah proses mengukur manfaat ekonomi dari data perusahaan. Manfaat ini bisa berupa uang secara langsung, tetapi juga bisa membuka peluang untuk produk, layanan, bahkan peningkatan proses baru.
Istilah monetisasi data berkembang seiring dengan tren seperti big data—yang menjadi pendahulu dari gelombang terbaru platform dan alat kecerdasan buatan (AI)—dan internet of things (IoT), yaitu jaringan sensor yang tertanam dalam objek fisik yang mendorong arsitektur komputasi edge. Seiring para eksekutif C-level yang terus menyadari nilai data, serta dunia yang semakin dipenuhi sensor dan kebutuhan analitik real-time, bisnis berbasis data akan terus berkembang.
Mengapa Monetisasi Data?
Ada beberapa alasan mengapa organisasi melakukan monetisasi data, di antaranya:
- Maksimalkan nilai yang bisa diekstrak. Data yang dikumpulkan dalam jangka waktu lama bisa mengandung wawasan berharga yang belum pernah ditemukan. Misalnya, tren jangka panjang, pola pembelian pelanggan, hingga indikator strategi pesaing.
- Mendorong inovasi. Analisis mendalam dari data transaksi, historis, dan analitik dapat menghasilkan business intelligence (BI) yang membantu pengambilan keputusan eksekutif, meningkatkan manajemen hubungan pelanggan (CRM), serta pengembangan produk.
Manfaat Monetisasi Data
Monetisasi data memberikan banyak manfaat bagi organisasi, antara lain:
- Peningkatan operasional. Semua motivasi di atas bertujuan untuk meningkatkan efisiensi internal maupun eksternal perusahaan.
- Keunggulan kompetitif. Dengan mengoptimalkan operasi, pengalaman pelanggan, serta produk dan layanan, perusahaan bisa lebih unggul di pasar.
- Kemitraan yang lebih baik. Data yang dimonetisasi bisa dijual ke perusahaan mitra atau pihak lain yang tertarik, membuka aliran pendapatan baru dan peluang kolaborasi.
Tantangan Monetisasi Data
Meskipun menguntungkan, monetisasi data juga menghadirkan tantangan seperti:
- Tantangan teknologi. Analisis data memerlukan perubahan signifikan pada penyimpanan dan konfigurasi perusahaan, serta investasi dalam perangkat lunak dan keterampilan baru.
- Tantangan institusional. Beralih ke monetisasi data bisa mengubah model bisnis organisasi, membutuhkan perubahan budaya internal, dan kepatuhan terhadap regulasi serta aspek privasi data.
- Tantangan strategis. Data bisa memberikan wawasan tentang apa yang perlu diubah dalam bisnis, tetapi tidak selalu menjelaskan bagaimana cara terbaik untuk mengimplementasikannya.
Cara Monetisasi Data
Menurut para ahli, ada dua strategi utama dalam monetisasi data: langsung dan tidak langsung. Doug Laney, dalam bukunya Infonomics, mendefinisikan metode langsung sebagai menjual atau menukar data, sementara metode tidak langsung melibatkan penggunaan data untuk meningkatkan proses bisnis.
Barbara H. Wixom dari MIT Sloan Center mengkategorikan tiga strategi utama monetisasi data:
- Menjual data. Banyak perusahaan ritel telah melakukannya selama bertahun-tahun dengan data transaksi atau loyalitas pelanggan.
- Menggunakan analitik dalam produk dan layanan. Contohnya adalah dasbor yang menyediakan metrik tentang sentimen pelanggan atau penggunaan produk.
- Meningkatkan proses bisnis. Analisis data historis dapat memberikan wawasan untuk perbaikan proses operasional.
Contoh Kasus Monetisasi Data
Berbagai industri telah memanfaatkan monetisasi data, contohnya:
- Starbucks. Menggunakan data dari kartu loyalitas dan aplikasi untuk menganalisis kebiasaan pelanggan dan meningkatkan penjualan.
- IBM dan Salesforce. Menggunakan data internal untuk meningkatkan retensi karyawan dan manajemen talenta.
- Dollar General. Menganalisis rantai pasokan untuk mengoptimalkan proses penyortiran dan pengemasan.
- Apple. Menggunakan data perilaku pengguna untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan kemudahan penggunaan aplikasi.
- AB InBev. Mengkonsolidasikan sistem ERP mereka menjadi pusat data berbasis cloud untuk meningkatkan akurasi prediksi.
Masa Depan Monetisasi Data
Monetisasi data terus berkembang dan diperkirakan akan menjadi bisnis yang semakin besar. Menurut Mordor Intelligence, pasar monetisasi data di AS adalah yang terbesar, tetapi Asia-Pasifik merupakan yang tumbuh paling cepat. Antara 2024 hingga 2029, pasar ini diprediksi tumbuh hampir 20%, dari $4,17 miliar menjadi $10,35 miliar.
Kemajuan dalam AI dan machine learning membuat analisis data semakin mudah diakses. Hal ini memungkinkan lebih banyak perusahaan memanfaatkan teknologi AI canggih untuk meningkatkan efisiensi operasional dan membuka lebih banyak peluang monetisasi data.