Apa itu Data Point?
Data point adalah unit informasi yang bersifat diskrit. Secara umum, setiap fakta tunggal bisa disebut sebagai data point. Istilah data point ini kurang lebih setara dengan datum, bentuk tunggal dari data.
Dalam konteks statistik atau analisis, data point merupakan informasi faktual yang diperoleh dari hasil pengukuran atau penelitian. Data ini bisa direpresentasikan dalam bentuk angka, tampilan statistik, atau dalam bentuk grafik.
Secara sederhana, data point bisa berupa angka, kata, atau bahkan objek fisik. Yang penting adalah bahwa data tersebut bisa dibedakan dari data point lainnya.
Apa Saja Syarat Data Point yang Baik?
Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini karena sangat bergantung pada konteks penggunaannya. Namun, ada beberapa karakteristik umum yang sering dianggap penting:
- Harus akurat dan presisi.
- Harus mewakili populasi statistik atau fenomena yang sedang dipelajari.
- Harus bebas dari bias.
- Harus terkini atau relevan dengan waktu.
- Harus mudah dipahami dan digunakan.
Bagaimana Data Point Digunakan?
Data point yang dikumpulkan bergantung pada tujuan riset atau proyek tertentu.
Data point bisa digunakan untuk mendukung atau menolak sebuah hipotesis. Selain itu, data ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi tren atau pola tertentu serta membuat prediksi. Singkatnya, data point adalah elemen fundamental dalam analisis data.
Di dunia bisnis, data point digunakan untuk melacak perilaku pelanggan, mengukur keberhasilan kampanye pemasaran, serta memahami produk mana yang paling laris.
Di dunia sains, data point dapat digunakan untuk memantau kemajuan eksperimen atau uji klinis, memahami perilaku suatu spesies, atau memetakan penyebaran suatu penyakit.

Bagaimana Data Point Dikumpulkan?
Data point bisa dikumpulkan secara manual atau otomatis. Pengumpulan data secara manual sering kali lebih memakan waktu, tetapi bisa menghasilkan data yang lebih akurat.
Sementara itu, pengumpulan data otomatis biasanya lebih murah tetapi mungkin kurang dapat diandalkan. Yang terpenting adalah memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan tertentu.
Metode Pengumpulan Data Point
Ada berbagai metode untuk mengumpulkan data point, antara lain:
- Survei
- Wawancara
- Kelompok diskusi
- Observasi
Dalam dunia bisnis, data point juga dapat dikumpulkan dari catatan transaksi pelanggan, log website, dan interaksi media sosial.
Dalam bidang sains, data point dapat diperoleh dari eksperimen, uji klinis, dan survei.
Bagaimana Data Point Dianalisis?
Analisis data point dapat dilakukan menggunakan perangkat lunak sederhana seperti Microsoft Excel, atau menggunakan teknologi yang lebih canggih seperti business intelligence tools dan software analitik lainnya.
Metode analisis yang umum digunakan meliputi:
Analisis Statistik
Menggunakan teknik matematika untuk menganalisis kumpulan data. Biasanya digunakan untuk menemukan hubungan antara data point atau membuat prediksi.
Analisis Grafis
Menampilkan data point dalam bentuk grafik atau diagram untuk mengidentifikasi pola.
Analisis Tren
Menganalisis data dalam kurun waktu tertentu untuk mengidentifikasi tren dan membuat prediksi masa depan.
Contoh Data Point
Beberapa contoh data point dalam kehidupan sehari-hari:
- Jumlah jam tidur setiap malam.
- Jumlah uang yang dihabiskan setiap hari.
- Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu layanan.
- Jumlah pengguna di sebuah server web pada jam tertentu.
- Jumlah pengunjung di halaman website.
- Jumlah like di sebuah postingan media sosial.
Apa yang Terjadi Setelah Data Point Dianalisis?
Setelah data point dianalisis, hasilnya dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti mengonfirmasi hipotesis atau melacak perubahan seiring waktu untuk mendukung pengambilan keputusan di masa depan.
Misalnya, dalam bisnis, data point dapat membantu pemilik bisnis menentukan strategi investasi yang optimal. Dalam dunia sains, data point bisa membantu menentukan metode perawatan yang paling efektif untuk suatu penyakit.
Data point bisa sederhana atau kompleks. Kita bisa melacak satu data point saja atau beberapa sekaligus. Data point juga bisa diukur secara kuantitatif maupun kualitatif serta dikumpulkan dengan berbagai metode.
Lihat juga: data, data scientist, big data, data classification, data mining, data context, dan survey research.