Apa itu Database Automation?
Database automation adalah penggunaan proses otomatis dan prosedur yang memperbarui dirinya sendiri untuk tugas-tugas administratif dalam sebuah database. Mengotomatiskan database dan prosedurnya bisa mengurangi kesalahan saat deployment, meningkatkan keandalan, dan mempercepat penerapan perubahan. Selain itu, otomatisasi juga membebaskan staf IT dari tugas-tugas manual seperti pembaruan kode, patching, peningkatan sistem, failover, scaling, provisioning, dan recovery.
Mengubah database bukan perkara mudah karena struktur dasarnya yang kompleks. Database yang memiliki schema, prosedur tersimpan (stored procedures), dan data yang sudah ada membuat proses perubahan lebih rumit. Dalam lingkungan produksi, database lama tidak bisa begitu saja dihapus dan digantikan dengan yang baru. Oleh karena itu, sebelum diterapkan, database pra-produksi harus diuji dalam lingkungan sandbox untuk mensimulasikan perubahan tanpa langsung mempengaruhi sistem produksi.
Salah satu layanan database otomatis pertama kali diperkenalkan oleh Amazon Web Services dengan Amazon RDS pada tahun 2009. Microsoft kemudian mengikuti dengan layanan Azure pada 2010. Beberapa alat lain yang digunakan untuk otomatisasi database antara lain Stratavia’s Data Palate, GridApp, dan System BMC’s BladeLogic Database Automation.