Apa itu Geofencing?

Geofencing adalah salah satu bentuk pemasaran dan periklanan berbasis lokasi. Aplikasi mobile atau perangkat lunak menggunakan Global Positioning System (GPS), radio frequency identification (RFID), Wi-Fi, atau data seluler untuk menetapkan batas geografis virtual dan memicu aksi pemasaran yang ditargetkan saat suatu perangkat memasuki atau meninggalkan batas tersebut. Batas ini disebut sebagai geofence.

Geofencing, yang juga kadang ditulis sebagai geo-fencing, memungkinkan pengguna untuk mengatur pemicu sehingga ketika perangkat seperti smartphone yang terhubung ke internet memasuki area geografis yang telah ditentukan, pengguna akan menerima notifikasi. Selain itu, geofencing juga bisa digunakan untuk menjalankan aksi tertentu yang menargetkan perangkat tersebut.

Sebagai contoh, dalam dunia pemasaran, ketika seorang mahasiswa dan seorang pekerja profesional berjalan di dekat toko komputer, mereka bisa menerima pesan teks yang berbunyi, “Hari ini saja! Beli laptop, gratis e-reader!”

Mereka menerima pesan tersebut karena sedang berada di dekat toko yang menggunakan geofence untuk secara otomatis memicu aksi pemasaran yang ditargetkan. Selain pesan teks, toko juga bisa menggunakan geotargeting dengan notifikasi dalam aplikasi, iklan media sosial, push notification, email, dan lain-lain.

Batas virtual atau geofence ini bisa bersifat aktif atau pasif. Geofence aktif mengharuskan pengguna untuk memberikan izin akses ke layanan lokasi serta membuka aplikasi mobile. Sedangkan geofence pasif selalu aktif di latar belakang dengan memanfaatkan Wi-Fi dan data seluler.

Bagaimana Cara Kerja Geofencing?

Geofencing memanfaatkan teknologi komunikasi seperti GPS, RFID, Wi-Fi, atau data seluler. Setelah seorang pemasar menetapkan geofence, aksi yang telah diprogram sebelumnya akan otomatis berjalan ketika perangkat mobile atau tag RFID memasuki atau keluar dari geofence. Batas virtual ini bisa dibuat untuk area sekecil sebuah gedung, toko, atau mal, hingga sebesar kode pos, kota, bahkan negara bagian.

Administrator atau developer terlebih dahulu membuat batas virtual di dalam perangkat lunak berbasis GPS atau RFID. Mereka dapat menggunakan perangkat lunak geofencing berbasis poligon untuk menentukan titik-titik di peta yang membentuk batas yang diinginkan.

Umumnya, geofence dibuat dengan menggambar lingkaran di sekitar lokasi target pada Google Maps menggunakan API yang dikembangkan selama proses pengembangan aplikasi. Lingkaran ini akan menjadi geofence yang akan memicu respons saat perangkat yang telah diotorisasi memasuki atau meninggalkan area tersebut. Respons ini sudah diprogram sebelumnya oleh admin atau developer.

Banyak aplikasi geofencing yang terintegrasi dengan Google Earth sehingga administrator bisa menetapkan batas di atas tampilan citra satelit dari area tertentu. Beberapa aplikasi lainnya mendefinisikan batasan dengan koordinat garis bujur dan lintang atau melalui peta berbasis web yang dibuat oleh pengguna.

Apa Itu Geofencing yang Ditetapkan oleh Pengguna?

Selain digunakan oleh bisnis dan pemasar, individu juga bisa memanfaatkan geofencing di aplikasi mobile mereka. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memilih alamat atau lokasi tertentu yang akan memicu notifikasi atau push notification tertentu.

Geofencing dalam kasus ini menggunakan perintah “if this, then that,” yang memungkinkan aplikasi menjalankan aksi berdasarkan aksi lainnya. Misalnya, pengguna bisa mengatur perintah dalam aplikasi seperti, “Jika saya mengunci pintu depan, nyalakan lampu teras.” Contoh lainnya, pengguna bisa menggunakan aplikasi pengingat untuk mengirim notifikasi saat mendekati lokasi tertentu, misalnya, “Saat saya tiba di gedung kantor, ingatkan saya untuk memakai kartu ID.”

Apa Saja Manfaat Geofencing?

Geofencing memungkinkan pemasar untuk menargetkan calon pelanggan dengan pesan yang menarik dan penawaran spesial. Teknologi ini bisa meningkatkan keterlibatan pelanggan karena geofencing memungkinkan pemasaran yang lebih spesifik berdasarkan demografi dalam area tertentu yang disaring berdasarkan kriteria yang ditargetkan. Dengan cara ini, efektivitas pengeluaran iklan bisa meningkat.

Bisnis juga bisa menggunakan geofencing untuk menarik pelanggan dari kompetitor dan meningkatkan lalu lintas serta penjualan mereka sendiri. Selain itu, geofencing juga memberikan data yang berharga bagi pemasar untuk meningkatkan strategi kampanye mereka, seperti data tentang lalu lintas pengunjung, durasi kunjungan, hingga konversi. Data ini bisa dikombinasikan dengan informasi tentang aktivitas online pengguna, kebiasaan belanja, serta pola pencarian di web untuk membuat kampanye yang lebih personal dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Keunggulan lainnya, geofencing memungkinkan bisnis untuk membuat kampanye pemasaran omnichannel guna meningkatkan penjualan dan pendapatan lebih lanjut.

Selain pemasaran, geofencing juga memiliki banyak aplikasi lain karena sifatnya yang berbasis mobile. Berbagai perusahaan bisa menerapkan geofencing di berbagai perangkat seperti smartphone, tablet, dan smartwatch untuk keperluan pemasaran, periklanan, pelacakan, manajemen keamanan, hingga penegakan hukum.

Apa Saja Penerapan Geofencing?

Geofencing sering digunakan sebagai strategi pemasaran dan periklanan untuk menarik lebih banyak pelanggan ke bisnis brick-and-mortar, seperti toko fisik. Sebagai contoh, bisnis dapat mengirim notifikasi dalam aplikasi pada aplikasinya sendiri ketika pengguna yang telah menginstal aplikasi tersebut memasuki area geofencing.

Bisnis juga memanfaatkan geofencing untuk menargetkan pengguna di aplikasi lain. Misalnya, restoran, bioskop, atau salon dapat mengirimkan kupon melalui aplikasi kupon saat pengguna memasuki area geofencing. Beberapa bisnis memanfaatkan fitur geofencing dalam aplikasi media sosial seperti Facebook atau Instagram untuk menampilkan iklan kepada pengguna yang masuk ke area tertentu. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan mesin pencari seperti Google untuk menampilkan iklan yang ditargetkan kepada pengguna yang memasuki wilayah geografis yang telah ditentukan.

Beberapa pemasar menggunakan geofencing untuk menarik pelanggan yang sedang mengunjungi bisnis pesaing. Dalam skenario ini, bisnis X menetapkan geofence di sekitar bisnis Y sehingga ketika pelanggan memasuki area tersebut, mereka menerima notifikasi push atau pesan teks Short Message Service yang mendorong mereka untuk meninggalkan bisnis Y dan mengunjungi bisnis X.

Selain untuk pemasaran dan periklanan, geofencing juga digunakan dalam berbagai aplikasi di dunia nyata berikut ini:

Penggunaan Contoh
Manajemen drone selama acara Acara olahraga dapat menggunakan geofencing untuk menciptakan zona larangan terbang sementara guna mencegah drone melintasi perimeter yang telah ditentukan.
Manajemen drone untuk keamanan Bandara, gedung pemerintahan, kamp militer, dan area sensitif lainnya dapat menetapkan geofence anti-drone yang mampu menghentikan drone di udara, memicu peringatan kepada pengguna, atau meminta otorisasi pengguna untuk mengoperasikan drone di area tersebut.
Interaksi dengan audiens di acara Penyelenggara acara dapat menggunakan geofencing untuk berinteraksi dengan audiens sebelum atau selama acara berlangsung.
Manajemen pengiriman dan armada Geofencing dapat memberi tahu dispatcher ketika seorang pengemudi truk menyimpang dari rutenya.
Manajemen keamanan sumber daya manusia Kartu pintar (smart card) karyawan dapat mengirim peringatan kepada petugas keamanan jika karyawan tersebut mencoba memasuki area geofencing yang tidak diizinkan.
Manajemen waktu sumber daya manusia Manajer perusahaan dapat menggunakan perangkat lunak berbasis geofencing untuk melacak penggunaan waktu dan sumber daya oleh karyawan.
Manajemen kepatuhan Log jaringan dapat merekam aktivitas crossing geofence untuk mendokumentasikan penggunaan perangkat yang sesuai dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan yang telah ditetapkan.
Manajemen aset Administrator jaringan perusahaan dapat mengatur peringatan ketika perangkat milik perusahaan meninggalkan area kantor, sehingga mereka dapat melacak lokasinya dan menguncinya guna mencegah penyalahgunaan oleh pengguna yang tidak berwenang, seperti pencuri.
Penegakan hukum Gelang pemantau pada seseorang yang menjalani tahanan rumah dapat memberi tahu pihak berwenang jika individu tersebut meninggalkan tempat yang ditentukan tanpa izin.
Otomasi rumah atau smart home Ketika smartphone pemilik rumah memasuki perimeter geofencing rumahnya, termostat dapat secara otomatis menyesuaikan suhu ke tingkat yang telah ditentukan atau lampu dapat menyala secara otomatis.
Pelacakan hewan Pemilik hewan peliharaan dan peternak dapat mengatur geofence untuk memberi peringatan saat hewan meninggalkan batas yang telah ditentukan, sehingga mereka dapat melacaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *