Apa itu file JAR (Java Archive)?
Java Archive, atau file JAR, adalah file yang berisi berbagai komponen dari sebuah aplikasi Java yang berdiri sendiri dan bisa dijalankan, applet Java yang bisa dideploy, atau—yang paling umum—sebuah library Java yang bisa dihubungkan ke Java applet atau Java Runtime Environment (JRE).
Ada dua keuntungan utama dari menggunakan file JAR. Pertama, file ini memungkinkan kita menggabungkan ratusan bahkan ribuan file menjadi satu kesatuan aplikasi. Kedua, semua file tersebut dikompresi, sehingga ukuran aplikasi jadi lebih kecil dan lebih mudah dipindahkan lewat jaringan atau antar lingkungan kerja.
Isi dari file JAR
Aplikasi dan library Java bisa mengandung ratusan file berbeda, seperti kode sumber Java yang telah dikompilasi, file manifest, data konfigurasi berbasis XML, file data JSON, gambar, suara, hingga sertifikat keamanan. File JAR hanya menggabungkan semua sumber daya tersebut ke dalam satu file terkompresi.
Karena file JAR menggunakan algoritma kompresi standar, membuka file JAR semudah mengganti ekstensinya dari .jar ke .zip, lalu ekstrak isinya pakai alat dekompresi biasa.

Meski opsional, disarankan agar file JAR memiliki file manifest bernama MANIFEST.MF
di dalam folder META-INF
. File manifest ini menyimpan metadata tentang file JAR, seperti versi kode, nama penulis utama, dan nama organisasi yang memelihara kode tersebut.
File JAR yang bisa dieksekusi
Untuk file JAR yang bisa dijalankan langsung (standalone application), harus ada atribut Main-Class
yang menunjukkan bagian kode mana yang akan dipanggil pertama kali oleh JRE saat aplikasi dijalankan.

Aplikasi Java Archive
Setiap instalasi Java Development Kit (JDK) menyertakan utilitas JAR (namanya jar.sh
di Unix dan jar.exe
di Windows) yang punya banyak fungsi berguna, seperti:
- membuat file JAR baru lengkap dengan file manifest;
- mengekstrak semua isi file JAR ke sistem file;
- memperbarui file JAR dengan menambahkan file baru;
- memperbarui isi file manifest yang sudah ada.
Alat untuk membuka file JAR
Untuk membuka file JAR dan mengekstrak isinya ke sistem file, kamu bisa pakai dua opsi pada utilitas JAR: “x” untuk ekstraksi, dan “f” untuk menunjukkan nama file JAR-nya. Perintah ini akan langsung mengekstrak file ke direktori tempat kamu berada.
Contoh perintah utilitas JAR untuk membuka file my_java_app.jar
:
> jar xf C:\techtarget\my_java_app.jar
Perintah Java JAR
Untuk membuat file JAR, kamu bisa pakai perintah ini. Misalnya kamu ingin membuat file tss.jar
yang berisi dua file bernama Tech.class
dan Target.class
, perintahnya adalah:
> jar cf tss.jar Tech.class Target.class
Cara menjalankan file JAR
Setiap kode Java yang punya metode “main” dianggap sebagai aplikasi mandiri. Contohnya, kode di bawah ini akan menampilkan dialog dengan pesan “Hello World”:
package theserverside;
import javax.swing.*;
public class HelloWorldApplication {
public static void main(String args[]) {
String title = "Executable Java Application";
String message = "Hello World!";
JOptionPane.showMessageDialog(null, message, title, 1);
}
}
Kalau kode ini dikemas dalam file JAR, file JAR tersebut bisa langsung dijalankan karena berisi kode yang bisa di-eksekusi oleh JRE. Tapi untuk menjalankan file JAR ini, kamu harus menggunakan utilitas java.exe
, bukan utilitas JAR biasa.
Format perintah untuk menjalankan file JAR yang bisa dieksekusi (misalnya my_java_app.jar
) adalah:
> java.exe -jar my_java_app.jar