Apa itu location-based service (LBS)?

Location-based service (LBS) adalah layanan perangkat lunak untuk aplikasi di perangkat mobile yang butuh informasi tentang lokasi geografis perangkat tersebut. Aplikasi ini mengumpulkan geodata, yaitu data yang dikumpulkan secara real time dengan menggunakan satu atau lebih teknologi pelacakan lokasi.

LBS menggabungkan data dari berbagai sumber, seperti satelit GPS, sinyal dari menara seluler, dan beacon jarak dekat, untuk memberikan layanan yang sesuai dengan lokasi pengguna. Walaupun teknologi pelacakan lokasi ini udah ada secara komersial sejak hampir dua dekade lalu, baru belakangan ini aplikasi yang memanfaatkan geodata jadi umum digunakan, berkat populernya smartphone dan tablet berbasis Android dan Apple.

Apa saja jenis dan komponen yang dibutuhkan untuk menjalankan LBS?

LBS bisa dibagi ke dalam dua kategori utama berikut:

  1. Pull. Proses layanan berbasis lokasi diinisiasi oleh pengguna. Contohnya, saat pengguna membuka aplikasi peta seperti Waze untuk mencari ATM terdekat. Beberapa aplikasi juga memungkinkan pengguna untuk “check-in” di restoran, konser, atau acara olahraga, misalnya di Foursquare, Yelp, atau Google Maps.
  2. Push. Aplikasi yang memulai proses pelacakan berdasarkan pemicu tertentu atau secara berkala. Lalu aplikasi akan menyajikan informasi yang relevan ke pengguna sesuai lokasi mereka. Contohnya adalah proximity-based marketing, di mana pengguna dikirimi iklan atau kupon ketika aplikasi mendeteksi bahwa mereka berada dekat dengan toko tertentu.

Untuk menjalankan LBS, dibutuhkan empat komponen utama berikut:

  1. Aplikasi yang menggunakan layanan berbasis lokasi;
  2. Mekanisme pelacakan untuk mengumpulkan geodata;
  3. Jaringan mobile untuk mengirim/terima data; dan
  4. Perangkat lunak analitik di server remote untuk mengolah dan mengirimkan data yang relevan berdasarkan lokasi geografis pengguna.

Secara hukum, LBS harus berbasis izin, artinya pengguna harus menyetujui penggunaan layanan ini terlebih dahulu. Biasanya, pengguna perlu menyalakan layanan lokasi dan menyetujui permintaan akses lokasi dari aplikasi. Misalnya, pengguna iPhone bisa mengaktifkan atau menonaktifkan Layanan Lokasi untuk tiap aplikasi, serta memilih apakah aplikasi boleh akses lokasi kapan saja, hanya saat digunakan, atau harus minta izin setiap kali. Hal yang sama juga berlaku untuk perangkat Android.

iPhone location-based services
Contoh layanan lokasi pada iPhone

Teknologi apa saja yang digunakan untuk pelacakan lokasi?

Tergantung pada kebutuhan, jenis perangkat mobile, dan teknologi pendukung yang tersedia, berikut beberapa mekanisme pelacakan yang sering digunakan dalam LBS:

Apa saja penggunaan umum dari layanan berbasis lokasi?

Ada banyak aplikasi yang memanfaatkan LBS, seperti Waze, Google Maps, Lyft, Uber, GasBuddy, dan WhatsApp. Berikut ini adalah beberapa kegunaan umum dari layanan ini:

  • Navigasi dan info perjalanan, termasuk notifikasi lalu lintas real-time;
  • Locator toko dan layanan publik;
  • Pelacakan armada dan manajemen tenaga kerja mobile;
  • Pemantauan inventaris;
  • Pencegahan pencurian;
  • Pencegahan penipuan dengan mencocokkan lokasi pengguna dan transaksi kartu kredit;
  • Proximity-based marketing;
  • Layanan bantuan darurat di pinggir jalan;
  • Jejaring sosial;
  • Surveilans;
  • Augmented reality (AR).

Apa risiko menggunakan layanan berbasis lokasi?

Walaupun LBS punya banyak manfaat, ada juga risikonya. Beberapa pengembang aplikasi, pembuat perangkat mobile, dan operator jaringan pernah dituduh melacak lokasi pengguna tanpa izin mereka.

Meskipun saat ini industri sudah lebih transparan, tetap aja ada risiko privasi, terutama bagi mereka yang nggak terlalu paham soal teknologi. Kalau data lokasi jatuh ke tangan yang salah, bisa saja disalahgunakan oleh penjahat, pencuri, atau stalker untuk tujuan kejahatan. Dalam skala yang lebih ringan, data lokasi ini bisa dipakai buat iklan atau kampanye marketing yang dianggap mengganggu.

Untuk mengurangi risiko keamanan, sebaiknya batasi kapan aplikasi boleh melacak lokasi pengguna. Termasuk mematikan akses lokasi saat tidak digunakan dan memastikan pengembang aplikasi tidak menjual atau menyalahgunakan data lokasi pengguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *