Apa itu Implikasi Logis?
Implikasi logis adalah jenis hubungan antara dua pernyataan atau kalimat. Hubungan ini secara verbal diterjemahkan menjadi “berimplikasi secara logis” atau penghubung logis “jika/maka” dan dilambangkan dengan panah ganda yang mengarah ke kanan (=>).
Dalam logika, implikasi adalah hubungan antara berbagai proposisi di mana proposisi kedua merupakan konsekuensi logis dari yang pertama. Misalnya, jika A dan B mewakili pernyataan semantik, maka A => B berarti “A mengimplikasikan B” atau “Jika A, maka B.” Kata “mengimplikasikan” digunakan dalam arti yang paling kuat.
Bagaimana Implikasi Logis Bekerja?
Sebagai contoh implikasi logis, anggaplah pernyataan A dan B diberikan sebagai berikut:
A = Langit mendung.
B = Matahari tidak terlihat.
Dalam contoh di atas, A => B adalah pernyataan yang benar, dengan asumsi kita berada di permukaan bumi, di bawah lapisan awan. Namun, pernyataan B => A belum tentu benar karena bisa saja malam hari yang cerah. Dalam hal ini, implikasi logis tidak bekerja dua arah. Namun, makna implikasi logis akan terbalik jika kedua pernyataan dinyatakan dalam bentuk negasi. Artinya, (A => B) setara dengan (-B => -A).
Dengan menggunakan contoh di atas, kita dapat mengatakan bahwa jika matahari terlihat, maka langit tidak mendung. Pernyataan bersyarat ini selalu benar. Faktanya, ada kesetaraan logis antara dua pernyataan A => B dan -B => -A.
Bagaimana Implikasi Logis Digunakan?
Penggunaan implikasi logis sangat penting dalam menentukan bagaimana suatu sistem memproses data dan menghasilkan respons terhadap pertanyaan yang diberikan. Saat merancang sebuah sistem, penting untuk mengidentifikasi operasi logis berikut:
- bagaimana sistem harus memproses data;
- bagaimana analisis data harus diterapkan; dan
- bagaimana sistem harus mencapai titik keputusan.
Ini biasanya berarti bahwa diagram alur, pohon keputusan, atau mekanisme lainnya digunakan untuk mengidentifikasi kondisi yang diperlukan agar sistem dapat berfungsi dengan baik.
Cara sistem menangani tugasnya biasanya menunjukkan bahwa ada keputusan yang dibuat. Pernyataan gabungan dalam bentuk “jika ini, maka itu” menunjukkan titik keputusan dalam proses pengambilan keputusan.
Diagram alur terdiri dari titik keputusan serta berbagai proses. Dalam diagram alur, titik keputusan bisa memiliki lebih dari satu pilihan, di sinilah proses implikasi logis menjadi penting. Proses ini juga memberikan cara untuk menguji titik keputusan sebelum diterapkan dalam sistem produksi.
Mengapa Implikasi Logis Penting?
Sistem yang kompleks memiliki banyak titik keputusan. Masing-masing harus dianalisis dan diuji untuk memastikan alur prosesnya efisien dan menghasilkan hasil yang diinginkan. Ini adalah cara penting dalam menggunakan implikasi logis.
Dalam merancang sistem, insinyur perangkat lunak atau pengembang mendefinisikan langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan aktivitas yang diinginkan dengan jumlah titik keputusan sesedikit mungkin, yang juga disebut sebagai gerbang logika. Biasanya, tujuan utamanya adalah mengoptimalkan kecepatan pemrosesan sambil memaksimalkan efisiensi dan keandalan sistem.
Bagaimana Cara Menulis Pernyataan Implikasi Logis?
Implikasi didasarkan pada model “jika ini, maka itu”. Pernyataan standar menggunakan format berikut:
A => B
Di atas dibaca sebagai “A mengimplikasikan B” dan benar ketika A dan B benar, ketika A salah dan B benar, serta salah ketika A benar dan B salah. Opsi ini biasanya dimasukkan dalam tabel kebenaran.
Ketika alur proses mencapai titik tertentu, implikasi logis dari berbagai pilihan harus diperiksa. Titik keputusan kemudian menjadi persimpangan di mana alur logis formal berlanjut ke proses berikutnya. Dalam contoh ini, proses yang mungkin dilakukan adalah “Colokkan ke sumber listrik,” “Perbaiki aliran listrik,” atau “Kirim tiket ke help desk.”
Penting untuk memahami istilah implikasi logis saat bekerja dengan diagram alur dan pemodelan proses bisnis. Pelajari lebih lanjut tentang notasi pemodelan proses bisnis.