Apa itu Mail Bomb?

Mail bomb adalah salah satu bentuk serangan denial-of-service (DoS) yang bertujuan membanjiri kotak masuk atau menghambat kinerja server dengan mengirimkan sejumlah besar email ke satu target tertentu. Tujuannya bisa untuk memenuhi ruang penyimpanan di server atau membuatnya kewalahan hingga tidak bisa beroperasi.

Juga dikenal sebagai email bomb atau letter bomb, serangan ini tidak hanya merepotkan target utama tetapi juga pengguna lain yang bergantung pada server tersebut. Jika server menjadi tidak responsif, hal ini bisa berdampak pada kinerja jaringan dan bahkan menyebabkan downtime.

Serangan mail bomb biasanya dilakukan oleh botnet, individu, atau sekelompok penyerang. Dampak dari serangan ini bisa berkisar dari sekadar gangguan kecil hingga gangguan layanan total. Jika tidak segera ditangani dengan pemfilteran atau pemblokiran lalu lintas berbahaya, serangan ini bisa berlangsung selama berjam-jam.

Jenis-Jenis Serangan Mail Bomb

Ada beberapa bentuk serangan mail bomb yang sering digunakan oleh aktor ancaman, antara lain:

  • Serangan Lampiran: Penyerang mengirim banyak email dengan lampiran berukuran besar untuk menghabiskan kapasitas penyimpanan server hingga menjadi tidak responsif.
  • List Linking: Email target didaftarkan ke berbagai layanan berlangganan tanpa verifikasi, menyebabkan kotak masuk dibanjiri email dari sumber yang sah.
  • Mass Mailing: Bisa terjadi secara tidak sengaja (salah klik “Reply All”) atau disengaja dengan bantuan skrip berbahaya untuk mengisi formulir online menggunakan email target.
  • Reply All Bomb: Terjadi saat banyak pengguna mengklik “Reply All”, menyebabkan banjir email dalam jumlah besar yang memperparah masalah.
  • Zip Bomb: File arsip yang dikompresi dikirim ke target, yang saat diekstrak akan menghabiskan sumber daya server.

Bagaimana Cara Mencegah Mail Bomb?

Untuk melindungi diri dari mail bomb, organisasi perlu menerapkan kebijakan keamanan terkait penggunaan yang aman dan kontrol teknis. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menghindari penggunaan email kerja untuk mendaftar layanan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
  • Membatasi eksposur email di internet dengan menggunakan formulir kontak daripada mencantumkan alamat email secara langsung.
  • Menerapkan filter email dan sistem mitigasi DoS untuk mencegah serangan yang membanjiri kotak masuk.

Lihat juga: mitigasi risiko, kebijakan penggunaan yang dapat diterima,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *