Apa Itu Role-Playing Game (RPG)?

Role-playing game (RPG) adalah sebuah permainan di mana setiap pemain mengambil peran sebagai karakter yang dapat berinteraksi dalam dunia imajiner dalam game tersebut. Sebagian besar RPG berlatar belakang dunia fantasi atau fiksi ilmiah. Beberapa RPG paling awal dan populer antara lain Dungeons and Dragons (D&D), BattleTech, dan Star Wars Galaxies. Saat ini, kebanyakan RPG dimainkan secara daring atau dalam format digital, sehingga termasuk dalam kategori electronic game genre.

RPG sering kali dikaitkan dengan video game. RPG biasanya memiliki alur cerita dan misi utama yang harus diselesaikan oleh pemain, atau yang biasa disebut sebagai “gamer”. Dalam permainan ini, gamer mengadopsi peran karakter fiksi di dunia imajiner RPG. Beberapa RPG juga menyediakan misi sampingan yang bisa bersifat opsional atau tidak. Misi sampingan ini memungkinkan pemain mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam game dan meningkatkan atribut serta kemampuan karakter mereka.

Mayoritas RPG modern memiliki satu atau lebih elemen berikut:

  • Level yang memungkinkan pemain meningkatkan karakter dan memperoleh lebih banyak poin seiring kemajuan permainan.
  • Statistik yang menunjukkan jumlah poin yang diperoleh pemain serta posisi mereka dibandingkan pemain lain.
  • Sistem pertarungan yang memungkinkan pemain memilih aksi dan kemampuan dalam pertempuran.
  • Peralatan, seperti armor dan senjata, yang dapat meningkatkan kekuatan karakter pemain.
  • Fitur interaktif yang memungkinkan pemain berinteraksi dengan pemain lain maupun lingkungan permainan, seperti jebakan, pintu, dan lain-lain.
  • Kelas karakter yang bisa dipilih oleh pemain, misalnya warrior, wizard, princess, dan sebagainya.

Banyak RPG yang melibatkan seorang peserta yang dikenal sebagai “game master”, yang biasanya berperan sebagai narator dan penjaga aturan permainan. Dalam RPG elektronik, berbeda dengan RPG berbasis kertas dan pena, peran game master biasanya diotomatisasi. Sistem dalam game atau komputer akan menentukan tindakan karakter non-pemain (non-player characters/NPC) dan musuh.

RPG Populer

Dungeons and Dragons (D&D) tetap menjadi salah satu RPG paling populer sepanjang masa, dengan beberapa laporan menyebutkan bahwa lebih dari 50 juta orang telah memainkan game ini sejak pertama kali diciptakan. Seiring waktu, banyak RPG lain yang mendapatkan popularitas berkat karakter yang beragam, alur cerita yang menarik, dunia permainan yang imersif, serta pengalaman bermain yang berkesan. Beberapa RPG populer meliputi:

  • EverQuest
  • Wizardry 8
  • Titan Quest
  • Pillars of Eternity
  • The Bard’s Tale
  • Betrayal at Krondor
  • Monster Hunter: World
  • Final Fantasy
  • Assassin’s Creed Valhalla
  • Darkest Dungeon
  • Dragon Age

Sejarah RPG

Desainer game asal Amerika, Ernest Gygax dan David Arneson, menciptakan Dungeons and Dragons pada tahun 1974. RPG berbasis meja dengan latar fantasi ini dianggap sebagai pendahulu RPG daring modern.

Dalam D&D, yang berlatar dunia fantasi abad pertengahan, setiap pemain membuat karakter unik dan secara aktif menggambarkan tindakan serta pemikiran mereka selama permainan berlangsung. Salah satu pemain berperan sebagai dungeon master (DM), yang bertindak sebagai pencerita dan memandu para pemain melalui petualangan, menciptakan pengalaman bermain yang unik bagi setiap peserta. Para pemain dapat merespons kejadian dalam cerita dengan berbagai cara, memilih ras, kelas, fitur, dan keterampilan untuk karakter mereka. Seiring perkembangan permainan, pemain memperoleh poin pengalaman untuk meningkatkan level karakter dan membuatnya lebih kuat.

Setelah perilisan D&D, berbagai RPG elektronik mulai bermunculan pada pertengahan tahun 70-an. Beberapa di antaranya adalah RPG berbasis teks multi-pengguna (multi-user dungeon/MUD) seperti Dungeon (yang berbeda dari D&D), Orthanc, dan Oubliette. Sebagian besar game ini dirancang untuk dimainkan di mainframe, yang umumnya ditemukan di universitas, bukan di personal computer (PC) rumah. RPG awal ini biasanya berbasis teks atau menggunakan grafik berbasis teks standar American Standard Code for Information Interchange (ASCII).

Mayoritas RPG modern memiliki satu atau lebih elemen berikut:

  • Level yang memungkinkan pemain meningkatkan karakter dan memperoleh lebih banyak poin seiring kemajuan permainan.
  • Statistik yang menunjukkan jumlah poin yang diperoleh pemain serta posisi mereka dibandingkan pemain lain.
  • Sistem pertarungan yang memungkinkan pemain memilih aksi dan kemampuan dalam pertempuran.
  • Peralatan, seperti armor dan senjata, yang dapat meningkatkan kekuatan karakter pemain.
  • Fitur interaktif yang memungkinkan pemain berinteraksi dengan pemain lain maupun lingkungan permainan, seperti jebakan, pintu, dan lain-lain.
  • Kelas karakter yang bisa dipilih oleh pemain, misalnya warrior, wizard, princess, dan sebagainya.

Banyak RPG yang melibatkan seorang peserta yang dikenal sebagai “game master”, yang biasanya berperan sebagai narator dan penjaga aturan permainan. Dalam RPG elektronik, berbeda dengan RPG berbasis kertas dan pena, peran game master biasanya diotomatisasi. Sistem dalam game atau komputer akan menentukan tindakan karakter non-pemain (non-player characters/NPC) dan musuh.

RPG Populer

Dungeons and Dragons (D&D) tetap menjadi salah satu RPG paling populer sepanjang masa, dengan beberapa laporan menyebutkan bahwa lebih dari 50 juta orang telah memainkan game ini sejak pertama kali diciptakan. Seiring waktu, banyak RPG lain yang mendapatkan popularitas berkat karakter yang beragam, alur cerita yang menarik, dunia permainan yang imersif, serta pengalaman bermain yang berkesan. Beberapa RPG populer meliputi:

  • EverQuest
  • Wizardry 8
  • Titan Quest
  • Pillars of Eternity
  • The Bard’s Tale
  • Betrayal at Krondor
  • Monster Hunter: World
  • Final Fantasy
  • Assassin’s Creed Valhalla
  • Darkest Dungeon
  • Dragon Age

Sejak akhir tahun 70-an, RPG mulai berkembang untuk sistem rumahan, seperti Temple of Apshai dan Beneath Apple Manor. Pada 1980-an, muncul RPG seperti Rogue (game dungeon crawl), Diablo, dan Nethack. Popularitas PC rumahan yang semakin meningkat mendorong perkembangan RPG bertema fantasi yang tetap populer selama bertahun-tahun, termasuk Wizardry, Final Fantasy, Dragon Quest, dan The Bard’s Tale. Pada saat itu, sebagian besar RPG tidak memiliki kapasitas disk yang cukup untuk teks dan masih mengandalkan floppy disk. Namun, semakin banyak floppy disk yang dibutuhkan, semakin mahal biaya produksi dan harga jual game tersebut. Masalah ini kemudian diatasi dengan menyediakan buku panduan cetak atau melalui pengembangan media penyimpanan berkapasitas lebih tinggi.

Pada akhir 80-an, muncul RPG Gold Box yang memiliki kemasan khas berwarna emas. Game seperti Pool of Radiance dan Death Knights of Krynn sering menampilkan dunia top-down serta sistem pertempuran berbasis menu. Dalam sistem ini, pemain memilih tindakan dari menu yang tersedia, seperti menyerang, menggunakan sihir, bertahan, atau melarikan diri.

Seiring perkembangan teknologi, RPG berkembang ke dalam dunia tiga dimensi (3D) serta sub-genre petualangan yang menekankan eksplorasi dan pemecahan teka-teki, seperti Drakkhen dan Hero’s Quest. Inovasi dalam komputasi sejak 1990-an memungkinkan pengembangan RPG yang semakin kompleks dan imersif dengan grafis yang lebih baik dan fitur yang lebih kaya.

Selain itu, RPG berbasis multi-user dungeon (MUD) muncul, memungkinkan pemain berinteraksi dalam dunia virtual berbasis teks melalui Telnet. MUD tidak memerlukan grafis dan sebagian besar dijalankan oleh komunitas penggemar secara gratis.

Seiring waktu, RPG berevolusi menjadi massively multiplayer online role-playing games (MMORPGs), yang memungkinkan banyak pemain berbagi dunia yang sama. Beberapa MMORPG populer sejak tahun 2000-an meliputi World of Warcraft dan Warhammer Online. Kebanyakan MMORPG menggunakan model berlangganan agar pemain bisa mengakses konten baru secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *