Apa itu RS-232C?

RS-232C adalah salah satu versi awal dari standar RS-232 yang sudah lama digunakan. Standar ini mendefinisikan antarmuka fisik untuk komunikasi data serial berkecepatan rendah antara komputer dan perangkat terkait. RS dalam RS-232C berarti “Recommended Standard,” sementara huruf C mengacu pada versi-nya. Standar ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh Electronic Industries Association (EIA), yang kemudian menjadi Electronic Industries Alliance sebelum akhirnya berhenti beroperasi pada Februari 2011.

Awalnya, RS-232 dikembangkan untuk teletypewriter dan modem sebelum akhirnya diadopsi oleh berbagai perangkat lain, termasuk komputer pribadi (PC) dan perangkat periferalnya. Standar ini mengatur koneksi antara data terminal equipment (DTE), seperti komputer, dengan data circuit-terminating equipment (DCE), seperti modem. DCE juga dapat merujuk pada data communication equipment.

Meskipun RS-232C dikhususkan untuk komunikasi antara DTE dan DCE, standar ini juga bisa digunakan untuk menghubungkan dua perangkat DTE atau dua perangkat DCE secara langsung. Untuk itu, digunakan kabel null modem (juga dikenal sebagai crossover cable), yang membalikkan pin transmisi dan penerimaan di salah satu konektor.

Bagaimana standar RS-232C bekerja

Standar RS-232C mengatur koneksi perangkat agar dapat berkomunikasi secara serial dan bertukar data biner. Standar ini berfokus pada empat aspek utama:

  • Karakteristik sinyal listrik dari pertukaran sinyal dan sirkuit terkait.
  • Karakteristik mekanis antarmuka antara DTE dan DCE.
  • Deskripsi fungsional dari rangkaian data, timing, dan kontrol yang membentuk antarmuka digital antara DTE dan DCE.
  • Subkelompok rangkaian pertukaran sinyal yang diterapkan pada kelompok aplikasi komunikasi data tertentu.

RS-232C mendefinisikan 13 konfigurasi antarmuka yang mendukung 15 aplikasi sistem. Standar ini berlaku untuk kecepatan transmisi data mulai dari 0 hingga 20.000 bps. Standar ini juga berlaku untuk peralatan elektronik dengan ground sinyal umum yang dapat dihubungkan di titik antarmuka.

Perangkat DTE dan DCE yang mendukung RS-232 biasanya memiliki port serial untuk koneksi langsung. Koneksi ini menggunakan kabel RS-232 yang memiliki konektor di setiap ujungnya, biasanya satu berjenis female dan satu male. Umumnya, konektor yang digunakan adalah DB25 (25 pin) dan DB9 (9 pin), meskipun ada juga varian lain.

RS-232C dirilis pada Juni 1981 sebagai versi keempat dari standar RS-232. Versi pertamanya muncul pada Mei 1960 dengan nama RS-232. Setelah itu, muncul RS-232A (Oktober 1963), RS-232B (Oktober 1965), hingga versi terbaru, RS-232F, yang dirilis pada Oktober 1997.

Saat ini, standar RS-232 resmi disebut TIA-232-F karena dikelola oleh Telecommunications Industry Association (TIA), setelah EIA bubar. TIA-232-F sering disebut juga TIA-232-F-1997 untuk menunjukkan tahun penerbitannya. Standar ini dikonfirmasi ulang pada Oktober 2002 dan Desember 2012.

Walaupun semua versi RS-232 sekarang menggunakan label TIA, masih banyak yang menyebutnya dengan berbagai nama seperti EIA RS-232, EIA-232, EIA/TIA-232, atau TIA/EIA-232. Nama RS-232 tetap populer karena penggunaannya yang luas selama bertahun-tahun, terutama saat merujuk pada kabel fisik dan port.

RS-232 dalam dunia komputer pribadi

Dulu, antarmuka RS-232 banyak digunakan dalam PC untuk menghubungkan modem, printer, mouse, dan perangkat periferal lainnya. Awalnya, konektor yang digunakan adalah 25 pin, tetapi kemudian beralih ke 9 pin yang lebih ringkas dan cukup untuk komunikasi serial.

Pada masa kejayaannya, RS-232 sering digunakan bersama Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART) yang tertanam dalam komputer. UART adalah komponen perangkat keras yang mengubah data dari komputer ke format yang dapat ditransmisikan melalui koneksi RS-232.

Namun, peran RS-232 dalam dunia komputer semakin berkurang seiring munculnya teknologi seperti USB dan Ethernet. Kedua teknologi ini menawarkan kecepatan lebih tinggi, konektor lebih kecil, serta fitur tambahan yang lebih canggih. Kini, hanya sedikit PC dan periferal yang masih menyediakan port RS-232, meskipun dapat ditambahkan dengan adaptor.

Meskipun demikian, RS-232 tetap digunakan untuk perangkat tertentu karena menawarkan koneksi point-to-point yang sederhana dan murah. Standar ini masih ditemukan dalam router, meteran listrik, transceiver, port layanan perangkat, instrumen ilmiah, alat uji, dan berbagai perangkat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *