Keterampilan lunak (soft skill) adalah atribut pribadi yang mendukung kesadaran situasional dan meningkatkan kemampuan individu untuk menyelesaikan pekerjaan. Istilah soft skills sering digunakan sebagai sinonim untuk keterampilan interpersonal atau kecerdasan emosional. Berbeda dengan keterampilan teknis (hard skills), yang menggambarkan kemampuan teknis seseorang untuk melakukan tugas tertentu, soft skills dapat diterapkan secara luas di berbagai jabatan dan industri. Sering dikatakan bahwa hard skills mungkin membawa seseorang ke tahap wawancara, tetapi soft skills akan membantu mereka mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan.
Para eksekutif dan pemimpin bisnis semakin memprioritaskan soft skills dalam proses rekrutmen, karena keterampilan ini sangat penting bagi kesuksesan karyawan di organisasi modern. Pada tahun 2018, LinkedIn mencantumkan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan manajemen waktu sebagai empat soft skills yang paling dibutuhkan. Perusahaan teknologi iCIMS Inc., yang mengembangkan perangkat lunak rekrutmen dan manajemen karyawan, menganalisis data mereka dan menemukan bahwa pemecahan masalah, adaptabilitas, dan manajemen waktu adalah tiga soft skills utama yang dicari perekrut dalam kandidat. Soft skills penting lainnya termasuk diplomasi, empati, dan rasa hormat, bahkan dalam situasi yang menantang.
Soft Skills yang Paling Dibutuhkan
Karyawan dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi serta keterampilan komunikasi dan interpersonal yang baik lebih mungkin untuk dapat mengartikulasikan tujuan dengan jelas dan memimpin tim secara positif.
Bagi bisnis yang memiliki komponen layanan atau hubungan pelanggan, soft skills yang kuat dapat memastikan hubungan positif antara pelanggan dan perusahaan tanpa perlu pelatihan yang ekstensif. Berikut adalah beberapa contoh soft skills yang dihargai oleh para pemimpin perusahaan:
- kreativitas
- penggunaan humor yang tepat
- kepercayaan diri
- kejujuran dan integritas
- keramahan
- manajemen waktu
- kesopanan
- antusiasme
- sikap positif
- kemampuan mendengarkan dengan baik
- perhatian terhadap detail
- kemampuan memahami gambaran besar
- motivasi diri
- akal sehat
- kemampuan membuat keputusan yang baik
- empati terhadap orang lain
- keterampilan komunikasi
- kemauan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sulit
- fleksibilitas dalam mengubah arah jika sesuatu tidak berhasil
- kemampuan bernegosiasi
- kemampuan menangani konflik dengan bijaksana
Mengapa Soft Skills Penting?
Proyek bisnis sering kali mengharuskan karyawan untuk bekerja dalam tim, sehingga kemampuan mereka untuk berinteraksi secara positif dengan orang lain menjadi sama berharganya dengan tugas teknis yang mereka lakukan. Oleh karena itu, para pemimpin bisnis mencari pekerja yang memiliki keterampilan kerja sama tim, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah, serta kemampuan emosional dan kognitif lainnya untuk bekerja dalam tim multidisiplin yang tersebar secara geografis dan budaya.
Pelatihan Soft Skills
Perusahaan dan individu dapat menutup kesenjangan soft skills melalui pelatihan. Individu dapat memulai dengan meminta umpan balik dari keluarga dan kolega terpercaya untuk mengidentifikasi soft skills yang perlu ditingkatkan.
Individu juga dapat meningkatkan soft skills mereka melalui bimbingan, kelas, serta dengan mengamati dan meniru bagaimana orang lain berinteraksi dengan rekan kerja dan menangani situasi interpersonal yang sulit dengan sukses.
Bekerja dengan pelatih profesional, membaca buku pengembangan diri, dan menggunakan alat penilaian diri seperti tes kepribadian Myers-Briggs juga dapat membantu dalam proses ini.
Tren terbaru menunjukkan bahwa perusahaan semakin mengandalkan AI dan analitik untuk menilai soft skills kandidat, terutama dalam wawancara berbasis video. Selain itu, dengan semakin berkembangnya pekerjaan jarak jauh, keterampilan komunikasi digital dan manajemen waktu menjadi lebih krusial bagi kesuksesan karyawan di era kerja modern.