Apa itu sistem kontrol?
Sistem kontrol adalah sekumpulan perangkat mekanis atau elektronik yang mengatur perangkat atau sistem lain melalui loop kontrol. Biasanya, sistem kontrol ini sudah terkomputerisasi.
Sistem kontrol adalah bagian penting dalam proses produksi dan distribusi di banyak industri. Teknologi otomatisasi memegang peran besar dalam sistem ini. Jenis loop kontrol yang mengatur proses tersebut mencakup sistem kontrol industri, seperti SCADA (supervisory control and data acquisition) dan sistem kontrol terdistribusi.
Bagaimana sistem kontrol digunakan?
Sistem kontrol digunakan untuk meningkatkan produksi, efisiensi, dan keselamatan di berbagai industri:
- Pertanian.
- Pabrik bahan kimia.
- Pabrik kertas dan pulp.
- Kontrol kualitas industri dan manufaktur.
- Kendali ketel uap dan operasi pembangkit listrik.
- Kendali lingkungan.
- Pabrik pengolahan air dan limbah.
- Industri makanan dan pengolahan makanan.
- Industri logam dan pertambangan.
- Manufaktur farmasi.
- Pemurnian gula.
Contoh spesifik penggunaan sistem kontrol dalam proses industri antara lain:
- Kendali ketel di sistem pemanas dan pembangkit listrik.
- Pemantauan pipa.
- Sistem distribusi air.
- Sistem pengolahan air limbah.
- Sistem distribusi listrik.
Apa saja jenis utama sistem kontrol?
Secara umum, ada dua jenis sistem kontrol: sistem loop terbuka dan sistem loop tertutup.
Loop terbuka
Sistem kontrol ini beroperasi dengan masukan dari manusia. Aksinya tidak bergantung pada output. Contohnya, mesin cuci adalah sistem loop terbuka karena pengguna harus memilih pengaturan terlebih dahulu. Sistem lampu lalu lintas berbasis waktu juga merupakan contoh industri dari loop terbuka, di mana insinyur lalu lintas menentukan durasi lampu merah, hijau, dan kuning.
Loop tertutup
Sistem ini bisa dikontrol secara aktif atau diatur untuk berjalan otomatis. Ia menggunakan sinyal umpan balik dari sistem untuk mengatur kontrol secara otomatis dan menjaga pengaturan tertentu tanpa intervensi manusia. Beberapa sistem bisa diubah dari mode tertutup ke terbuka, tergantung kebutuhan.
Termostat adalah contoh sistem loop tertutup. Perangkat ini menghidupkan dan mematikan pemanas berdasarkan sinyal dari sensor suhu udara. Pengaturan suhu ini penting banget, apalagi di pusat data yang harus stabil suhunya.
Pada Gambar 2, teknisi mengelola sistem yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Ia rutin mengirim sinyal input ke perangkat, dan perangkat mengirim sinyal output balik lewat loop umpan balik yang terhubung ke sensor. Kalau sensor menerima sinyal kesalahan, sistem akan mengirim peringatan ke teknisi, lalu teknisi memberikan instruksi untuk mengoreksinya.
Gambar 2 juga menunjukkan sistem kontrol dengan umpan balik. Sistem ini butuh data dari feedback untuk bisa ngatur perangkat dengan benar.
Sistem kontrol terdiri dari apa saja?
Loop kontrol biasanya terdiri dari sensor, kontroler, dan elemen kontrol akhir. Sensor membaca variabel proses atau data pengukuran terkait. Kontroler menerima sinyal dari sensor lalu meneruskannya ke instrumen, RTU (remote terminal unit), dan elemen kontrol akhir. Di sana, variabel proses disesuaikan agar tetap stabil pada titik yang diinginkan.
Komponen lain dalam modul loop kontrol antara lain programmable logic controller (PLC), programmable automation controller (PAC), remote terminal unit (RTU), server kontrol, dan perangkat elektronik pintar.
Apa kelebihan dan kekurangan sistem kontrol?
Sistem kontrol loop tertutup banyak dipakai karena efektif untuk mengendalikan perangkat jarak jauh, memberi data output yang andal, dan tahan terhadap gangguan dari luar.
Tapi, sistem ini cukup kompleks. Pengoperasian optimalnya butuh pelatihan dan dokumentasi. Kalau sensor jauhnya bermasalah, bisa muncul data yang salah dan membuat sistem bereaksi tidak semestinya. Karena kompleksitasnya, sistem ini juga nggak langsung bisa dipakai — biasanya butuh pemrograman dan persiapan sebelum benar-benar dijalankan.